by

Dugaan Pungli di E-Warong, Penjelasan Dinsos Bikin Merinding

-DAERAH, UTAMA-154 views

BENGKULU SELATAN | NETIZEN62.net Program bantuan sosial (Bansos) non-tunai kepada masyarakat miskin dan tidak mampu melalui warung elektronik gotong royong (e-warong) di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, diduga dijadikan ajang meraup keuntungan pribadi oknum pejabat terkait di Dinas Sosial setempat.

Hasil investigas NETIZEN62.net di lapangan, program yang telah berjalan di Bengkulu Selatan selama enam bulan ini ternyata diam-diam menyimpan persoalan tersendiri.

Hal ini mencuat setelah satu satu pengelola e-warong mengeluhkan kuota pengelolaannya dikurangi oknum petugas/pejabat instansi penyalur (Dinsos) karena tidak menyanggupi pemberian fee Rp 600 per kilogram beras yang disalurkan kepada keluarga miskin.

Modus ini diduga merupakan pungutan liar (Pungli) di tengah upaya pemerintah pusat —melalui Kementerian Sosial— mengentaskan kemiskinan. Ironisnya, pelaku juga berasal atau membawa embel-embel kedinasan terkait di daerah yang mestinya turut membantu penyuksesan program tanpa memantik masalah.

Dengan jatah harga belanja Rp 200 ribu/bulan, setiap pemegang kartu e-warong (umumnya berasal dari penerima manfaat Program Keluarga Harapan/PKH) bisa mendapatkan beras 10 kg, 20 butir telur, 1 kg daging ayam, dan dua slot/blok tempe.

Di Bengkulu Selatan, terdapat 52 e-warong, masing-masing mengelola 200 hingga 300 kartu penerima manfaat. Sementara e-warong yang mengeluhkan kuotanya dipindahkan ke e-warong lainnya, sebelumnya melayani lebih 200 penerima manfaat, kini hanya tersisa 80-an.

Pengelola e-warong yang merasa dizhalimi tersebut mengaku, dirinya siap bersaksi di persidangan agar kasus ini terungkap gamblang.

“Memang ada mereka minta 600 rupiah tiap kilo beras. Kalau saya dituruti, mereka akan pindahkan jatah saya ke lain. Saya bisa pertanggungjawabkan hal ini sampai ke meja hijau, silahkan saja” tegasnya, Rabu (8/4/2020) lalu.

Sehari kemudian, Kepala Dinsos melalui Neli selaku kepala seksi terkait yang membidangi, tidak banyak komentar saat dikonfirmasi. Menurut dia, sejauh ini penyaluran Bansos melalui e-warong sudah berdasarkan aturan berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya mengonfirmasi pihak-pihak berkompeten lainnya terus dilakukan, termasuk melanjutkan pengamatan senyap pada 51 e-warong lainnya, serta kepada segenap penerima manfaat. Ditemukan dugaan kuat, pungli ini terjadi di setiap tingkatan dengan berbagai modus.[ham]

Berita Lainnya