by

Eksepsi Ditolak, Proses Hukum Kasus Atomindo Berlanjut

PANGKALPINANG | NETIZEN62.net Sidang perkara kasus dugaan pencemaran nama baik yang menyeret Ketua Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rudi Sahwani dan Darmansyah —dengan kapasitas sebagai pengurus Atomindo— akhirnya berlanjut.

Tepatnya setelah majelis hakim Pengadilan Kelas 1B Pangkalpinang diketuai Rendra Yozar Dharna Putera SH MH bersama dua orang anggota —Iwan Gunawan SH MH dan Siti Hajar Siregar SH MH— dalam agenda sidang putusan sela menolak eksepsi kedua terdakwa tersebut, Kamis (12/3/2020) siang.

Iwan Gunawan memaparkan, majelis hakim telah mempelajari perkara pengurus Asosiasi Penambang dan Pengolah Pasir Mineral Indonesia (Atomindo) ini, sehingga menganggap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) cukup mendasar.

Sebelumnya, kata Iwan, dalam berkas eksepsi —dibacakan penasehat hukum terdakwa pada sidang beberapa waktu lalu— surat Atomindo yang diberikan kepada Presiden RI sesungguhnya tidak terdapat satu pun kalimat merendahkan atau menyerang kehormatan seseorang dan mencemarkan nama baik atau fitnah.

“Namun hal tersebut menurut majelis hakim sudah menyangkut dari perbuatan pokok perkara, karena untuk mengetahui apakah dalam surat tersebut terdapat dan menyimpulkan bahwa CV Venus Inti Perkasa selaku perusahaan yang berdampak pencemaran nama baik harus dibuktikan dalam pokok perkara,” ungkapnya saat sidang.

Iwan melanjutkan, majelis hakim pun menilai dakwaan JPU Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel) sudah sesuai ketentuan pasal ditentukan. “Oleh karenanya, eksepsi atas dakwaan penuntut umum tersebut oleh penasihat hukum terdakwa juga dinyatakan ditolak,” tegasnya.

Pimpinan majelis hakim, Rendra menyatakan berdasarkan kesepakatan majelis hakim, menjatuhkan putusan menolak eksepsi para terdakwa.

“Pertama, majelis hakim menyatakan eksepsi penasihat hukum terdakwa tidak dapat diterima. Dan yang kedua, memerintahkan penuntut umum melanjutkan pemeriksaan dalam perkara pidana biasa terhadap terdakwa,” cetusnya.

Usai memerintahkan JPU melanjutkan perkara tersebut hinggap tahap putusan akhir, Rendra memberi kesempatan kepada para terdakwa menyampaikan tanggapan terkait putusan tersebut. “Cukup yang mulia,” ringkas keduanya.

“Demikian berdasarkan sidang putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang pada Rabu 11 Maret 2020 yang diucapkan pada Hari Kamis 12 Maret 2020,” tutup Rendra sembaru mengetukkan palunya.

Sidang perseteruan para pendekar timah ini akan dilanjutkan pekan depan.[tim]