by

Menteri Perdagangan Siap Mundur Waka DPD RI Sumber Persoalannya Belum Tentu Muhammad Lutfi

Jakarta |netizen62.net – Berkaitan dengan rencana pemerintah untuk melakukan impor beras satu juta ton dalam menghadapi hari raya idul Fitri 2021 akhirnya menimbulkan polemik. Sebelum isu ini ramai dikritisi banyak pihak, Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin telah memberikan peringatan secara tertulis kepada awak media pada waktu 07,11,dan 17 Maret 2021.

Pada keterangan tersebut, ada beberapa poin yang ingin disampaikan oleh senator muda asal Bengkulu dalam hal mengatasi masalah impor beras di Indonesia, termasuk mendorong Bulog membeli langsung gabah dari petani, upaya signifikan yang harus dilakukan pemerintah dalam mempengaruhi produktifitas petani dalam meningkatkan beras nasional, hingga mendorong agar Badan Pangan Nasional segera dibentuk.

Karena masalah impor ini menjadi polemik dan masih menjadi isu hangat di laman-laman media hingga berpuncak pada statemen Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi yang siap mundur dari jabatannya. Pada Senin (22/03/2021), Sultan B Najamudin melalui keterangan resminya kembali memberikan tanggapan.

“Jika memang benar seperti dugaan atau tuduhan banyak pihak bahwa impor pangan hanya berorientasi pada kepentingan kartel, maka hal ini sungguh patut disesalkan, dan ini sangat merugikan petani serta kepentingan nasional. Padahal di dalam negeri terdapat potensi kenaikan produksi padi pada masa panen mendatang tahun ini”, ujar pria yang akrab dipanggil SBN ini.

Potensi produksi padi pada subround Januari–April 2021 diperkirakan sebesar 25,37 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 5,37 juta ton atau 26,88 persen dibandingkan subround yang sama pada 2020 yang sebesar 19,99 juta ton GKG.

Berdasarkan asumsi tersebut dan output dari program food estate dibeberapa daerah, Kementan memperkirakan terjadi kenaikan produksi gabah kering giling sebesar 5,37 juta ton dibandingkan triwulan pertama 2020 yang hanya 19,99 juta ton GKG. Dilansir dari fb (SBN)

Berita Lainnya