by

Pansus DPRD dan BPBD Gelar RapatTerkait Anggaran Masker

Bengkulu Selatan – Netizen62.net

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Bengkulu Selatan menggelar rapat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Selatan dan beberapa perangkat desa di ruang rapat DPRD Bengkulu Selatan, Selasa (16/6/2020).

Dalam rapat tersebut, dibahas soal pengadaan masker sebanyak 130 ribu dengan anggaran Rp 1,2 miliar untuk masyarakat di Kabupaten Bengkulu Selatan. Pasalnya, menurut keterangan Pansus, masih ada desa yang tidak mendapat jatah masker tersebut.

Desa yang tidak mendapatkan jatah bantuan masker, disebutkan yakni Desa Lubuk Tapi Kecamatan Ulu Manna, padahal perhitungan Gugus Tugas, jumlah 130 ribu masker tersebut harusnya sudah mengakomodir seluruh masyarakat yang ada di Bengkulu Selatan.

ketua pansus Covid-19 Siptin Gunawa, mengatakan jumlah 130 ribu masker ini direncanakan saat rapat di Balai Sekundang.”Sebanyak 130 ribu buah masker itu, saya rasa cukup untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat di Bengkulu Selatan. Ini malah ada desa yang tidak kebagian,” kata Siptin Gunawan, ketua pansus Covid-19.

“Kami minta semua tentang pengadaan masker ini diperjelas baik itu biaya dan pendistribusian ke warga, sebab dianggarkan untuk masker ini sangat fantastis,” jelas Siptin lagi.

Sementara itu, Kepala BPBD Bengkulu Selatan Yarusdi Yunir mengaku, sebelumnya telah melakukan rapat bersama tim Gugus Tugas dan Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi untuk harga per lembarnya. Sedangkan untuk pendistribusian masker kain itu pihaknya memfokuskan pada pusat keramaian.

 

“Kalau harga beli kami sudah melakukan rapat bersama, untuk penyaluran masker ini kami fokuskan di perkotaan dan pusat keramaian terlebih dahulu,” kata Yarusdi.

Adapun, penjelasan dari pemilik usaha konveksi Rosmadi mengatakan, pemesanan yang dilakukan oleh BPBD saat itu mengalami kelangkaan bahan baku, sehingga pihaknya menaikan harga untuk memenuhi pesanan 130 ribu masker tersebut.

“Saat pembuatan masker bahan baku kurang dan saat pembelian bahan harganya juga naik, jadi terpaksa harga per buahnya juga dinaikkan,” jelasnya.
Diketahui, dari temuan Pansus Covid-19, ada dua kali pemesanan masker dengan selisih harga mencapai Rp 3500, pada pemesanan pertama, sebanyak 30 ribu lembar, dihargai Rp 6000 perlembar dan pemesanan kedua sebanyak 100 ribu masker dihargai Rp 9500.

[IJ]

Berita Lainnya