by

Sulap Asrama Jadi Kamar Isolasi, Gundul Berharap Tidak Jadi Ditempati

BENGKULU SELATAN | NETIZEN62.netTidak ingin Bengkulu Selatan menjadi salah satu wilayah berstatus red zone (zona merah) dalam pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid -19), Bupati Gusnan Mulyadi gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait cara mencegah diri tidak terpapar corona.

Bersama Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Deddy Nata SIK, Gundul, sapaan akrabnya, tak canggung-canggung berdiri di atas mobil dinas sembari menyerukan imbauan cara menghindari infeksi virus corona.

“Siapkan tempat cuci tangan, jangan berkerumun, jaga kesehatan dengan konsumsi makanan bergizi, sayur dan buah,” serunya, Kamis (26/3/2020) pagi.

Sementara Kapolres menyampaikan kembali maklumat Kapolri tentang larangan menyelenggarakan kegiatan yang dapat membuat kerumunan, seperti resepsi pernikahan, even-even olahraha dan pentas hiburan. “Kami akan tindak tegas dan akan kami bubarkan jika masih dilanggar,” tegasnya.

Sebelum melakukan sosialisasi keliling, Gundul mengecek srama Akademi Kebidanan (Akbid) Manna yang akan dijadikan sebagai kamar isolasi bagi pasien corona.

Sebagai salah upaya pencegahan lainnya dan bentuk kepedulian kepada masyarakat. Gundul membagikan masker gratis kepada masyarakat.

“Target sampai 40 ribu lebih kita bagikan secara cuma-cuma. Nah, untuk asrama yang kita ubah jadi kamar isolasi, kita tetap berharap tidak terpakai. Kita hanya mempersiapkan saja. Untuk itu sama-sama kita berdoa supaya Bengkulu Selatan ini bebas virus corona,” harapnya.[mc/ham]

Berita Lainnya